PoinTru.com - Model kolaborasi antara platform fintech dan bank konvensional dalam menyalurkan kredit digital kepada UKM mencatat hasil mengesankan sepanjang 2025: total penyaluran pembiayaan melalui skema channeling dan joint financing mencapai Rp 78 triliun, tumbuh 45 persen dibanding tahun sebelumnya. Lebih dari 3,2 juta pelaku UKM berhasil mengakses pembiayaan formal untuk pertama kalinya, menurut laporan OJK Februari 2026.
Skema Kolaborasi yang Berhasil
Dua model kolaborasi paling produktif adalah channeling dan co-lending. Dalam channeling, bank menyediakan likuiditas sementara platform fintech bertindak sebagai originator dan underwriter kredit menggunakan data alternatif berbasis digital. Co-lending membagi risiko antara bank dan platform fintech sesuai proporsi yang disepakati. Kemitraan BRI dengan Modalku, Investree, dan KoinWorks menghasilkan penyaluran kredit UKM digital senilai lebih dari Rp 15 triliun sepanjang 2025.
Keunggulan Model Kredit Digital
Kredit digital UKM menilai kelayakan kredit menggunakan data non-konvensional: data transaksi e-commerce, riwayat pembayaran utilitas, pola arus kas digital, bahkan data media sosial bisnis. Keputusan kredit bisa dibuat dalam 10 menit untuk UKM yang sebelumnya menunggu bertahun-tahun dari bank konvensional.
"Data alternatif bukan sekadar pelengkap. Bagi jutaan UKM yang tidak bankable secara konvensional, data digital adalah identitas keuangan mereka yang sesungguhnya," ungkap CEO salah satu platform fintech lending terkemuka.
Tantangan Kualitas Portofolio
NPL pada segmen kredit digital UKM secara agregat berada di 3,9 persen per akhir 2025-sedikit lebih tinggi dari NPL kredit UKM perbankan konvensional sekitar 3,2 persen. OJK mendorong penyempurnaan model credit scoring berbasis AI untuk deteksi risiko lebih dini.
| Mitra Kolaborasi | Volume Kredit 2025 | NPL |
|---|---|---|
| BRI + Fintech | Rp 15,2 triliun | 3,7% |
| Mandiri + Fintech | Rp 11,8 triliun | 4,1% |
| BNI + Fintech | Rp 9,3 triliun | 3,5% |
Kementerian Koperasi dan UKM berencana mengintegrasikan program KUR dengan infrastruktur digital fintech mulai 2026, dengan target penyaluran KUR berbasis digital mencapai 40 persen dari total target KUR nasional senilai Rp 300 triliun.