LinkAja Bersiap IPO di BEI 2026, Valuasi Diproyeksi Rp 15 Triliun

LinkAja berencana melantai di BEI pada semester II 2026 dengan valuasi diproyeksikan Rp 15 triliun. Simak strategi IPO dan roadmap bisnis dompet digital BUMN ini.

PoinTru.com - Platform dompet digital LinkAja semakin serius dalam rencana IPO di Bursa Efek Indonesia yang ditargetkan semester kedua 2026. Berdasarkan sumber industri yang dikonfirmasi kepada PoinTru.com, valuasi pre-IPO LinkAja diproyeksikan berkisar Rp 12-15 triliun, menjadikannya salah satu IPO teknologi keuangan terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Perjalanan LinkAja Menuju Pasar Modal

Rencana IPO ini sebenarnya sudah beredar sejak 2023, namun kondisi pasar modal yang kurang kondusif dan tekanan profitabilitas membuat rencana berulang kali diundur. Kini dengan membaiknya fundamental bisnis-termasuk pengurangan kerugian bersih secara signifikan dan pertumbuhan pengguna konsisten-manajemen dan pemegang saham strategis dinilai siap untuk eksekusi. Pemegang saham utama LinkAja adalah konsorsium BUMN dipimpin Telkomsel, PT Pertamina, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan Asuransi Jiwa IFG.

Strategi Diferensiasi Jelang IPO

LinkAja memposisikan diri sebagai dompet digital untuk layanan publik dan kebutuhan primer, berbeda dari GoPay dan OVO yang lebih kuat di ekosistem belanja online. LinkAja Layanan Publik kini sudah terintegrasi dengan lebih dari 60.000 titik layanan pemerintah, termasuk pembayaran pajak daerah, retribusi, dan iuran BPJS.

"IPO bagi LinkAja bukan sekadar sumber pendanaan. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat transparansi, tata kelola, dan kepercayaan publik terhadap layanan kami," ujar Direktur Utama LinkAja dalam wawancara eksklusif dengan PoinTru.com.

Tantangan dan Sentimen Pasar

Pasar modal Indonesia yang masih dalam fase pemulihan pasca-koreksi awal 2026 membuat timing IPO menjadi pertimbangan kritis. Investor institusional juga cenderung lebih cermat dalam menilai saham teknologi keuangan setelah sejumlah IPO fintech regional yang mengecewakan pasca-listing.

AspekKeterangan
Target IPOSemester II 2026
Proyeksi ValuasiRp 12-15 triliun
Pemegang Saham UtamaKonsorsium BUMN
Pengguna Aktif (2025)~28 juta

Jika IPO terlaksana sesuai rencana, LinkAja akan menjadi perusahaan fintech BUMN pertama yang tercatat di bursa-milestone yang dinilai akan memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak perusahaan teknologi nasional untuk mengakses pembiayaan publik.