Sukuk Ritel SR022 Dibuka: Imbal Hasil 6,5% untuk Investor Ritel

Pemerintah buka masa penawaran Sukuk Ritel SR022 dengan imbal hasil 6,5% per tahun. Cara beli online via fintech, syarat, dan perbandingan dengan deposito bank 2026.

PoinTru.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR022 pada 3-17 Maret 2026. Instrumen investasi berbasis syariah ini menawarkan imbal hasil tetap sebesar 6,50 persen per tahun-jauh di atas rata-rata bunga deposito perbankan yang saat ini berkisar 4,0-4,5 persen untuk tenor satu tahun. Penjualan SR022 dilakukan sepenuhnya secara digital melalui 24 mitra distribusi yang meliputi bank, platform fintech investasi, dan sekuritas.

Spesifikasi dan Cara Beli SR022

SR022 memiliki tenor tiga tahun dengan jatuh tempo pada Maret 2029. Imbal hasil 6,50 persen per tahun dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening investor. Investasi minimum adalah Rp 1 juta (1 unit), sementara maksimum pembelian per investor sebesar Rp 5 miliar. Pembelian hanya bisa dilakukan secara online melalui platform mitra distribusi resmi yang sudah ditetapkan DJPPR Kemenkeu, dengan proses verifikasi KYC (Know Your Customer) yang sepenuhnya digital.

Beberapa platform fintech yang menjadi mitra distribusi SR022 antara lain Bibit, Bareksa, dan Ajaib-tiga platform yang sudah memiliki pengalaman sebagai mitra distribusi Surat Berharga Negara (SBN) dalam beberapa seri sebelumnya. Proses pembelian di platform-platform ini umumnya bisa diselesaikan dalam kurang dari 10 menit, termasuk tahapan verifikasi data dan konfirmasi pemesanan.

Perbandingan dengan Instrumen Lain

Keunggulan SR022 dibanding instrumen konvensional lainnya terletak pada tiga aspek: imbal hasil yang kompetitif, keamanan karena dijamin pemerintah, dan kepatuhan syariah yang sudah mendapatkan fatwa dari DSN-MUI. Dibanding deposito perbankan yang menawarkan bunga 4,0-4,5 persen dan dikenai pajak bunga 20 persen, imbal hasil SR022 yang hanya dikenai pajak final 10 persen menjadikannya lebih menarik secara after-tax return.

"SR022 adalah pilihan menarik bagi investor ritel yang mencari instrumen aman dengan imbal hasil kompetitif. Khususnya bagi masyarakat yang juga ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah tanpa kerumitan prosedur," kata Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu.

Target dan Kuota Penerbitan

Pemerintah menetapkan target indikatif penerbitan SR022 sebesar Rp 10 triliun, namun jumlah ini bisa meningkat jika permintaan investor melebihi target. Pada seri sebelumnya, SR021 yang ditawarkan pada 2025 berhasil melampaui target indikatif dengan total penerbitan mencapai Rp 14,2 triliun-mencerminkan antusiasme investor ritel terhadap instrumen SBN ritel syariah.

SpesifikasiSR022
Tenor3 tahun (2026-2029)
Imbal Hasil6,50% per tahun
Minimum InvestasiRp 1 juta
Pajak Imbal Hasil10% final
Masa Penawaran3-17 Maret 2026

Ke depan, pemerintah berencana meningkatkan frekuensi penerbitan SBN ritel-termasuk sukuk ritel-sebagai bagian dari strategi diversifikasi basis investor dan demokratisasi akses ke instrumen investasi pemerintah. Dengan semakin banyaknya platform fintech yang menjadi mitra distribusi, hambatan akses masyarakat terhadap instrumen SBN diharapkan terus menurun secara signifikan.