PoinTru.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (IDX: BRIS) atau BSI memperkuat ambisinya sebagai pemimpin ekosistem keuangan syariah digital di Asia Tenggara melalui peluncuran BSI Mobile versi 5.0 yang mengintegrasikan layanan perbankan konvensional, instrumen investasi syariah, pembayaran zakat dan infak digital, serta platform wakaf produktif dalam satu aplikasi yang dirancang untuk melayani lebih dari 20 juta nasabah aktif di seluruh Indonesia.
Fitur Unggulan BSI Mobile 5.0
Pembaruan BSI Mobile 5.0 yang dirilis pada Februari 2026 ini membawa perubahan mendasar pada pengalaman pengguna. Fitur paling baru adalah "Zakat & Infak Corner" yang memudahkan nasabah menghitung kewajiban zakat secara otomatis berdasarkan saldo rekening dan aset yang dilaporkan, kemudian langsung menyalurkannya ke lembaga amil zakat terpercaya yang telah bermitra dengan BSI. Seluruh proses ini dapat diselesaikan dalam tiga langkah sederhana tanpa perlu keluar dari aplikasi.
Inovasi lainnya adalah fitur "Wakaf Digital BSI" yang memungkinkan nasabah berpartisipasi dalam proyek wakaf produktif mulai dari nominal Rp 10.000. Proyek-proyek wakaf yang tersedia mencakup pembangunan pesantren, sarana air bersih, dan lahan pertanian yang hasilnya akan digunakan untuk kepentingan sosial. Nasabah dapat memantau perkembangan proyek wakaf pilihannya secara transparan melalui aplikasi.
"BSI hadir untuk membuktikan bahwa prinsip keuangan syariah tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga unggul secara teknologi dan bisnis. Kami membangun jembatan antara nilai Islam dan inovasi digital masa depan." - Hery Gunardi, Direktur Utama BSI
Kinerja BSI dan Posisi di Industri Perbankan Syariah
BSI saat ini mengelola total aset sebesar Rp 390 triliun, menempatkannya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan masuk dalam deretan 10 bank syariah terbesar di dunia berdasarkan total aset. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga BSI pada 2025 mencapai 18,3% menjadi Rp 310 triliun, dengan komposisi tabungan dan giro yang terus meningkat - sebuah indikasi positif tentang loyalitas dan kepercayaan nasabah.
Yang menggembirakan, segmen pembiayaan BSI juga tumbuh sehat dengan Non-Performing Financing (NPF) terjaga di level 2,1%. Segmen pembiayaan konsumtif berbasis akad murabahah dan ijarah menunjukkan pertumbuhan paling pesat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat Muslim untuk menggunakan produk keuangan yang sesuai prinsip syariah.
Ekspansi dan Rencana Strategis BSI 2026
Memasuki 2026, BSI menetapkan tiga prioritas strategis utama: memperkuat infrastruktur teknologi untuk mendukung pertumbuhan pengguna digital, memperluas jaringan layanan di kawasan Indonesia timur yang selama ini masih relatif kurang terlayani, serta mengembangkan produkgreen sukuk dan pembiayaan ekonomi hijau yang sejalan dengan komitmen keberlanjutan global.
| Indikator Kinerja BSI | 2024 | 2025 | Target 2026 |
|---|---|---|---|
| Total Aset | Rp 340 T | Rp 390 T | Rp 450 T |
| Nasabah Digital Aktif | 15 juta | 20 juta | 26 juta |
| DPK | Rp 262 T | Rp 310 T | Rp 365 T |
| NPF | 2,4% | 2,1% | <2,0% |
BSI juga tengah menjajaki kemitraan dengan bank-bank syariah di Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab untuk mengembangkan layanan perbankan lintas batas yang memudahkan diaspora Muslim Indonesia yang tinggal di luar negeri. Ekspansi internasional ini, jika terwujud, akan menjadi babak baru yang signifikan dalam perjalanan BSI menjadi pemain keuangan syariah global.