GoPay dan OVO Luncurkan Fitur Investasi Reksa Dana 2026

GoPay dan OVO luncurkan fitur investasi reksa dana terintegrasi di dompet digital. Mulai Rp 10 ribu, pengguna bisa investasi langsung tanpa pindah aplikasi.

PoinTru.com - GoPay dan OVO, dua platform dompet digital terbesar Indonesia, hampir bersamaan mengumumkan peluncuran fitur investasi reksa dana yang terintegrasi langsung dalam aplikasi mereka pada minggu pertama Maret 2026. Inovasi ini memungkinkan puluhan juta pengguna aktif untuk mulai berinvestasi dengan nominal awal Rp 10 ribu tanpa perlu berpindah aplikasi.

Fitur dan Cara Kerja

GoPay meluncurkan "GoPay Invest" yang menghadirkan tiga pilihan reksa dana: pasar uang, pendapatan tetap, dan saham, hasil kurasi bersama Bibit Grow, Manulife Aset Manajemen, dan Syailendra Capital. Pencairan dijanjikan selesai dalam satu hingga dua hari kerja. Sementara OVO meluncurkan "OVO Finansial+" yang mengintegrasikan reksa dana, deposito digital, dan asuransi jiwa mikro dalam satu antarmuka. Fitur "Auto-Invest" OVO memungkinkan pengguna mengatur setoran berkala otomatis dari saldo dompet digital mereka.

Dampak terhadap Pasar Modal Indonesia

BEI dan OJK menyambut positif peluncuran ini. OJK menyatakan fitur semacam ini adalah katalis nyata menuju target 20 juta investor reksa dana pada 2027, naik dari sekitar 13,5 juta investor per akhir 2025.

"Mengintegrasikan investasi ke dalam aplikasi yang sudah digunakan sehari-hari adalah cara paling efektif mendemokratisasi akses ke pasar modal. Ini perubahan struktural yang sesungguhnya," ungkap Direktur Utama BEI.

Respons Pengguna dan Kompetitor

Dalam 48 jam pertama peluncuran, GoPay Invest menerima lebih dari 500 ribu pendaftaran investor baru, sementara OVO Finansial+ mencatat 380 ribu pengguna baru. Dana dan LinkAja sudah lebih dulu memiliki fitur serupa namun dengan basis pengguna lebih terbatas.

PlatformProdukInvestasi Minimum
GoPay InvestReksa DanaRp 10 ribu
OVO Finansial+Reksa Dana + Deposito + AsuransiRp 10 ribu
Dana InvestReksa DanaRp 10 ribu

Analis industri memperkirakan persaingan di segmen wealth management berbasis aplikasi semakin sengit. Bank digital juga mulai bersiap meluncurkan produk serupa, berpotensi mendisrupsi model bisnis manajer investasi konvensional dan mempertegas tren konvergensi fintech, bank digital, dan pasar modal.