PoinTru.com - Tidak banyak orang yang tahu bahwa penyakit yang mengakhiri hidup Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 ditemukan secara tidak sengaja. Pada Oktober 2019, ia memeriksakan kehilangan suara ke dokter THT. Yang tidak ia duga, pemeriksaan tersebut mengungkap tekanan darah tinggi yang tidak wajar untuk usianya. Pemeriksaan lanjutan di Singapura kemudian membuka fakta yang mengubah seluruh perjalanan hidupnya: ada benjolan berukuran lima sentimeter di ginjal kirinya, yang didiagnosis sebagai Clear Cell Renal Cell Carcinoma (ccRCC)-kanker ginjal stadium tiga.
Operasi di Mount Elizabeth dan Awal Perjuangan
Pada 13 Desember 2019, Vidi menjalani nephrectomy total-pengangkatan ginjal kiri secara keseluruhan-di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Operasi tersebut dinyatakan berhasil oleh tim dokter. Namun euforia kesembuhan tidak berlangsung lama. Tipe sel kanker yang diderita Vidi tergolong agresif, dan pada pertengahan 2021, pemeriksaan rutin mengungkap bahwa sel-sel ganas telah menyebar (bermetastasis) ke beberapa titik lain di tubuhnya.
Kabar metastasis ini merupakan pukulan berat, baik secara fisik maupun psikologis. Vidi harus menghadapi kenyataan bahwa perjuangannya bukan melawan lawan yang bisa dikalahkan dengan satu operasi besar. Ini adalah marathon yang panjang, melelahkan, dan penuh ketidakpastian.
Strategi Psikologis "Spa Day"
Menghadapi kenyataan pahit tersebut, Vidi mengambil langkah psikologis yang revolusioner: ia memopulerkan istilah "Spa Day" untuk setiap sesi kemoterapi dan radiasi yang harus ia jalani setiap tiga minggu sekali. Alih-alih membiarkan dirinya terjebak dalam narasi "penderitaan dan pengobatan yang menakutkan", Vidi merebrandingnya menjadi "hari perawatan diri"-sebuah reframing yang tampaknya sederhana namun memiliki dampak psikologis yang signifikan.
"Spa Day itu bukan bohong-bohongan. Saya memilih untuk melihatnya sebagai hari di mana tubuh saya mendapatkan perawatan khusus. Kalau saya terus-terusan bilang 'hari kemo' dengan nada takut, saya tidak akan punya tenaga untuk bertahan," jelas Vidi tentang filosofi di balik istilah yang kini dikenal luas oleh para penyintas kanker Indonesia.
Detoksifikasi Thailand dan Tantangan Citra Tubuh
Pada awal 2024, Vidi menjalani program detoksifikasi di Thailand sebagai bagian dari upaya pengobatan holistik di luar protokol konvensional. Namun perjalanan ini memberikan efek samping yang tidak terduga: penurunan berat badan yang drastis, yang kemudian memunculkan tantangan serius terhadap citra tubuhnya (body dysmorphic disorder). Meski demikian, Vidi memilih untuk tetap terbuka tentang pengalaman ini kepada publik, menjadikannya sebagai bahan edukasi tentang dampak pengobatan kanker yang sering kali tidak dibicarakan secara terbuka.
| Periode | Peristiwa Medis | Dampak |
|---|---|---|
| Oktober 2019 | Diagnosis ccRCC Stadium 3 | Ditemukan saat periksa THT |
| Desember 2019 | Nephrectomy Total di Singapura | Ginjal kiri diangkat |
| Pertengahan 2021 | Metastasis Terdeteksi | Sel kanker menyebar |
| 2021-2025 | Kemoterapi "Spa Day" Rutin | Setiap 3 minggu sekali |
| Awal 2024 | Detoksifikasi di Thailand | Penurunan berat badan drastis |
| November 2025 | Hiatus dari Panggung | Fokus penyembuhan intensif |
| 7 Maret 2026 | Wafat di Jakarta Selatan | Usia 35 tahun |
Selama enam tahun berjuang, Vidi Aldiano mengubah penyakitnya menjadi platform edukasi yang menjangkau jutaan orang. Istilah "Spa Day" kini bukan hanya milik Vidi-ia telah menjadi bagian dari kosakata komunitas penyintas kanker Indonesia, sebuah warisan psikologis yang akan terus memberikan kekuatan kepada mereka yang berjuang dengan tantangan serupa.