Transaksi QRIS Tembus Rp 800 Triliun di Awal 2026

Bank Indonesia catat transaksi QRIS capai Rp 800 triliun pada kuartal pertama 2026, tumbuh 65% year-on-year didorong merchant UMKM.

PoinTru.com - Bank Indonesia (BI) mengumumkan nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah melampaui Rp 800 triliun pada kuartal pertama 2026, mencatatkan pertumbuhan sebesar 65% secara tahunan (year-on-year) dan menegaskan posisi QRIS sebagai tulang punggung ekosistem pembayaran digital nasional.

Lonjakan Pengguna dan Merchant QRIS

Data terbaru dari Bank Indonesia menunjukkan jumlah pengguna aktif QRIS kini mencapai 52,3 juta orang, naik dari 38,6 juta pada periode yang sama tahun lalu. Yang lebih mengesankan, jumlah merchant yang terdaftar sebagai akseptor QRIS telah menembus angka 31 juta, dengan kontribusi terbesar dari segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mencakup 78% dari total merchant tersebut.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut pertumbuhan ini sebagai bukti konkret keberhasilan program digitalisasi ekonomi yang telah dijalankan sejak 2019. Perluasan interoperabilitas QRIS ke negara-negara ASEAN juga mulai menunjukkan hasil positif, dengan transaksi lintas batas antara Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir.

"QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran, melainkan fondasi ekosistem keuangan digital inklusif yang menjangkau hingga pedagang di pelosok desa." - Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia

Kontribusi QRIS terhadap Inklusi Keuangan

Salah satu pencapaian paling signifikan adalah meningkatnya partisipasi kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau layanan perbankan (unbanked population). Survei BI mencatat bahwa 17% pengguna QRIS baru di tahun 2025-2026 merupakan individu yang pertama kali menggunakan layanan keuangan formal. Fenomena ini berdampak langsung pada peningkatan indeks inklusi keuangan nasional yang kini berada di level 88,7%.

Program QRIS Tuntas yang diluncurkan BI pada akhir 2025 untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) juga mulai menunjukkan dampak nyata. Sebanyak 2.400 desa di kawasan 3T kini telah memiliki minimal satu merchant QRIS aktif, memberikan akses pembayaran digital kepada jutaan warga yang tinggal jauh dari infrastruktur perbankan konvensional.

Tantangan dan Rencana Pengembangan

Meski pertumbuhan sangat pesat, BI dan industri mengakui masih ada tantangan yang perlu diatasi, terutama terkait literasi digital di kalangan pedagang tradisional dan potensidowntime sistem yang dapat mengganggu kelancaran transaksi. Selain itu, kasus penipuan berbasis QRIS palsu juga meningkat seiring perluasan penggunaan, mendorong BI untuk memperketat protokol keamanan dan edukasi konsumen.

Indikator QRISQ1 2025Q1 2026Pertumbuhan
Nilai TransaksiRp 485 TRp 800 T+65%
Pengguna Aktif38,6 juta52,3 juta+35%
Merchant Terdaftar22 juta31 juta+41%
Transaksi Lintas Batas1,2 juta txn3,6 juta txn+200%

Ke depan, BI berencana meluncurkan QRIS versi 2.0 yang mendukung fitur pembayaran cicilan, tarik tunai, dan integrasi dengan program loyalitas merchant secara terpadu. Inovasi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem digital Indonesia menjelang target inklusi keuangan 90% pada akhir 2026.