PoinTru.com - PermataBank resmi meluncurkan platform investasi berbasis kriteriaEnvironmental, Social, and Governance (ESG) yang terintegrasi dalam aplikasi PermataMobile X, menyasar segmen nasabahaffluent danmass affluent yang semakin peduli terhadap dampak sosial dan lingkungan dari keputusan investasi mereka, sebagai bagian dari strategi bank ini untuk menjadi pemimpin dalam segmensustainable finance di Indonesia.
Apa yang Ditawarkan Platform Investasi ESG PermataBank?
Melalui fitur "PermataSustain Invest" yang baru diluncurkan, nasabah dapat mengakses portofolio investasi yang hanya mencakup instrumen dari perusahaan dan penerbit obligasi dengan skor ESG tinggi yang divalidasi oleh lembaga pemeringkat internasional terpercaya. Produk yang tersedia meliputi reksa dana saham ESG yang berinvestasi pada perusahaan-perusahaan dengan praktik bisnis berkelanjutan terbaik di Indonesia, obligasi hijau (green bond) yang dananya digunakan untuk proyek energi terbarukan dan infrastruktur rendah karbon, serta reksa dana campuran bertema "transisi energi" yang menyeimbangkan imbal hasil dengan dampak lingkungan.
Yang membedakan PermataSustain Invest dari produk sejenisnya adalah fitur "Impact Dashboard" - dasbor yang menghitung dan menampilkan dampak nyata portofolio investasi nasabah terhadap lingkungan. Contohnya, nasabah dapat melihat estimasi berapa banyak karbon yang "dihemat" oleh investasi mereka, atau berapa kapasitas energi surya yang setara dengan nilai investasi mereka di reksa dana energi terbarukan.
"Investasi yang baik tidak hanya menghasilkan uang - ia juga menghasilkan kebaikan. PermataSustain Invest hadir untuk nasabah yang ingin portfolio mereka mencerminkan nilai-nilai yang mereka pegang, tidak hanya angka di atas kertas." - Meliza M. Rusli, Direktur Utama PermataBank
Tren ESG Investing di Indonesia dan ASEAN
Peluncuran produk ESG oleh PermataBank merupakan respons terhadap tren global yang semakin kuat. Di ASEAN, nilai aset yang dikelola menggunakan prinsip ESG meningkat 78% dalam dua tahun terakhir, didorong oleh tekanan dari investor institusional internasional, perubahan regulasi, dan kesadaran generasi muda yang lebih peka terhadap isu keberlanjutan.
Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengembangkan indeks ESG IDX30 yang menjadi acuan bagi investor yang ingin berinvestasi pada saham-saham dengan kinerja ESG terbaik. OJK juga telah mewajibkan perusahaan publik untuk menerbitkan laporan keberlanjutan (sustainability report) secara berkala, menciptakan transparansi data yang diperlukan untuk penilaian ESG yang lebih akurat dan andal.
Tantangan Implementasi ESG di Pasar Indonesia
Meski tren ESG sangat positif, PermataBank dan pelaku industri mengakui beberapa tantangan khas yang dihadapi di pasar Indonesia. Pertama, ketersediaan data ESG yang terstandarisasi masih terbatas, karena tidak semua perusahaan - terutama yang berkapitalisasi menengah ke bawah - mempublikasikan informasi ESG yang cukup detail dan terpercaya. Kedua, masih ada persepsi sebagian investor bahwa investasi ESG selalu mengorbankan imbal hasil finansial, padahal riset global justru menunjukkan sebaliknya dalam jangka panjang.
| Produk PermataSustain Invest | Imbal Hasil (1 Tahun) | Skor ESG Minimum |
|---|---|---|
| Reksa Dana Saham ESG | 18,5% | BBB (MSCI) |
| Green Bond Portfolio | 7,2% | Verified Green |
| Reksa Dana Transisi Energi | 15,8% | BB+ (MSCI) |
PermataBank menargetkan AUM PermataSustain Invest mencapai Rp 5 triliun dalam dua tahun pertama. Lebih jauh lagi, bank ini berencana memperluas platform ESG ke segmen kredit dengan meluncurkan produk "Green Mortgage" - KPR khusus untuk pembelian properti bersertifikasi hijau dengan suku bunga preferensial - sebagai kontribusi konkret sektor perbankan terhadap target nol emisi karbon Indonesia pada 2060.