PoinTru.com - Hampir dua dekade berkarya, Vidi Aldiano meninggalkan diskografi yang tidak hanya panjang tetapi juga beragam-sebuah arsip musikal yang mencatat setiap fase kehidupan dan pertumbuhan pribadinya. Dari album debut yang melambungkan namanya sebagai sensasi pop 2008, hingga single-single introspektif yang ia rilis sambil berjuang melawan kanker ginjal, setiap karya Vidi adalah kronik tentang seorang manusia yang tidak pernah berhenti mencari makna melalui musik.
Lima Album Studio: Lima Bab Kehidupan
Album debutPelangi di Malam Hari (2008) membuka segalanya dengan "Nuansa Bening" dan "Status Palsu"-dua lagu yang membuktikan bahwa solois pria bisa bersaing dengan dominasi format band yang saat itu menguasai chart Indonesia, meskipun ia sempat ditolak oleh enam label rekaman besar sebelumnya.Lelaki Pilihan (2009) adalah album kompilasi religi yang dirilis bersama adiknya Vadi Akbar, berisi "Rindu Rasul" duet dengan Sam Bimbo, "Keagungan Tuhan", dan "Ibunda Kita".Yang Kedua (2011) memperluas eksplorasi dengan 11 lagu termasuk hit "Gadis Genit", "Datang dan Kembali", dan "Lupakan Mantan".
Persona (2016) adalah puncak artistik yang paling dibanggakan Vidi-Triple Platinum, diproduksi independen di bawah VA Records, di-master di Abbey Road Studios London. Album ini menghadirkan "Aku Cinta Dia" cover Chrisye, "Hingga Nanti" bersama Andien, dan "Definisi Bahagia". Terakhir,Senandika (2022) menjadi jurnal hidupnya-"Dara" untuk sang istri, "Bertahan Lewati Senja" tentang kankernya, terjual 150.000 keping dalam dua bulan pertama.
EP, Kolaborasi, dan Singel Penting
EPDunia Baru (2013) dirilis sebelum keberangkatannya ke Manchester, berisi kolaborasi dengan Sherina Munaf dalam "Apakah Ku Jatuh Cinta" dan "Dibawah Langit Ibu Kota". Kolaborasi penting mencakup "Semua Murid Semua Guru" bersama Andien, Tulus, dan mendiang Glenn Fredly (2018); "I Don't Mind" bersama Sheryl Sheinafia dan Jevin Julian yang memenangkan AMI Awards 2019; serta "I Can't Wait x Tak Bisa Bersama" bersama musisi R&B Amerika PJ Morton (2020)-kolaborasi lintas benua yang menunjukkan jangkauan profesionalnya yang telah menembus pasar Amerika Utara.
"Setiap album adalah catatan harian saya yang paling jujur. Kalau kamu ingin tahu siapa saya di berbagai titik dalam hidup saya, dengarkan musiknya. Semua ada di sana." - Vidi Aldiano
| Judul | Tahun | Jenis | Catatan |
|---|---|---|---|
| Pelangi di Malam Hari | 2008 | Album Studio | Debut; Nuansa Bening, Status Palsu |
| Lelaki Pilihan | 2009 | Album Religi | Bersama Vadi Akbar |
| Yang Kedua | 2011 | Album Studio | Gadis Genit, Datang dan Kembali |
| Dunia Baru | 2013 | EP | Feat. Sherina Munaf |
| Persona | 2016 | Album Studio | Triple Platinum; Abbey Road |
| Senandika | 2022 | Album Studio | 150rb keping dalam 2 bulan |
| Aku dan Kamu | 2025 | Single | Salah satu karya terakhir |
Persona Art Book (2016)-buku seni yang melibatkan 31 ilustrator untuk menerjemahkan setiap lagu dalam album Persona ke dalam karya visual-melengkapi warisan kreatif Vidi sebagai seniman yang tidak hanya berkarya dalam satu medium. Diskografi ini kini menjadi monumen suara bagi seorang artis yang meninggalkan jejak yang tidak akan mudah terhapus dari ingatan kolektif bangsa.