PoinTru.com - Bank Jago (IDX: ARTO) mengumumkan pertumbuhan jumlah nasabah aktif sebesar 40% secara tahunan pada laporan kinerja kuartal pertama 2026, dengan total basis nasabah kini mencapai 16,8 juta akun, menempatkan bank digital berbasis teknologi ini sebagai salah satu pemain fintech perbankan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.
Kekuatan Ekosistem Sebagai Mesin Pertumbuhan
Kunci kesuksesan Bank Jago terletak pada strategi integrasi ekosistem yang dalam dengan platform Gojek dan GoTo Financial. Melalui kemitraan ini, pengguna Gojek dapat membuka rekening Bank Jago langsung dari aplikasi Gojek dalam waktu kurang dari 5 menit tanpa perlu mengunjungi kantor cabang. Model akuisisi pelanggan berbasis ekosistem ini terbukti jauh lebih efisien dibanding pendekatan konvensional, dengan biaya perolehan nasabah (customer acquisition cost) yang 60% lebih rendah dibanding rata-rata industri.
Fitur "Kantong" yang menjadi ciri khas Bank Jago memungkinkan nasabah membagi dana mereka ke dalam beberapa pos pengeluaran digital secara otomatis berdasarkan tujuan keuangan yang ditetapkan sendiri. Inovasi ini mendapat respons sangat positif dari kelompokmillennial dan Gen Z yang mendambakan cara pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur namun tetap fleksibel.
"Bank Jago hadir bukan hanya sebagai tempat menyimpan uang, tapi sebagai mitra finansial yang membantu nasabah mencapai tujuan keuangan mereka melalui teknologi yang benar-benar berpihak kepada pengguna." - Kharim Siregar, CEO Bank Jago
Kinerja Keuangan yang Terus Membaik
Dari sisi kinerja finansial, Bank Jago mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 55% menjadi Rp 24,3 triliun pada Maret 2026. Portofolio kredit tumbuh 72% menjadi Rp 18,7 triliun, dengan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan / NPL) yang terjaga di level 1,8% - jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang berada di kisaran 3,2%.
Pendapatan bunga bersih meningkat 68% secara tahunan, sementara rasio kecukupan modal (CAR) tetap solid di 32,4%, memberikan ruang yang luas bagi Bank Jago untuk terus mengekspansi portofolio kredit tanpa perlu melakukan penambahan modal dalam waktu dekat.
Inovasi Produk dan Rencana Ekspansi
Sepanjang kuartal pertama 2026, Bank Jago meluncurkan beberapa inovasi produk baru yang memperkuat proposisi nilainya. Di antaranya adalah Jago Crypto yang memungkinkan nasabah membeli aset kripto langsung dari aplikasi perbankan, serta Jago Saham yang mengintegrasikan investasi saham berbasis rekening bank dalam satu antarmuka yang sederhana. Kedua fitur ini langsung mendapat sambutan antusias, dengan lebih dari 500.000 pengguna baru mendaftar dalam dua minggu pertama peluncuran.
| Metrik Kunci | Q1 2025 | Q1 2026 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Jumlah Nasabah | 12 juta | 16,8 juta | +40% |
| DPK | Rp 15,7 T | Rp 24,3 T | +55% |
| Total Kredit | Rp 10,9 T | Rp 18,7 T | +72% |
| NPL | 2,1% | 1,8% | Membaik |
Ke depan, Bank Jago berencana memperluas jangkauan produk ke segmen kredit UMKM dengan memanfaatkan data transaksi dari ekosistem GoTo untuk melakukan penilaian kredit yang lebih akurat dan cepat. Ekspansi ke pasar regional ASEAN juga tengah dikaji manajemen sebagai langkah strategis jangka menengah untuk memperluas basis pertumbuhan bisnis.